• Sabarkan Hati Hadapi Batita

    oleh: Meta Dwi Putri, Yanies, Novita Aminianti, Pindu Suprapti, Zakiyah Sofria iskandar

    Lucu, menggemaskan! Kata itu biasanya terlontar saat menghadapi batita. Perlu ketelatenan, dan yang paling penting adalah sabar. Menghadapi anak-anak batita memang membutuhkan pendekatan-pendekatan tertentu untuk memperoleh ketertarikan dari mereka. Hampir setiap orang pernah menghadapi batita. Namun tidak sedikit dari mereka yang kewalahan menghadapi batita dalam masa aktifnya.
                Hadirnya KKN 13 2016 Universitas Trunojoyo Madura seolah menjadi keberkahan tersendiri untuk desa Kadura Timur, Pragaan-Sumenep. Bagaimana tidak, kehadiran KKN 13 disambut antusias oleh warga Kaduara Timur. Tak terkecuali kepala Sekolah PAUD ASY-SYFA’. Bapak Durhan selaku Kepala Sekolah tersebut mengharapkan ketertlibatan KKN 13 dalam proses belajar mengajar di PAUD ASY-SYFA’ yang terletak di dusun Gunung, Pragaan-Sumenep. “Bagaimana kalau kalian turut mengajar di PAUD? 2-3 orang ikut mengajar di sana!” tutur Pak Durhan. Permintaan tersebut menjadikan pengalaman baru untuk KKN 13 dalam proses belajar mengajar. Adanya mahasiswa program studi pendidikan menjadi kelegaan tersendiri dalam kelompok. Sebab tugas mengajar merupakan salah satu program kerja pendukung dalam KKN 13, dan mengajar merupakan tujuan dari program studi pendidikan. Anak kecil yang lari ke sana, lari ke sini, tangisan, celoteh lucunya batita, merupakan hal yang baru dalam proses belajar mengajar kali ini. Maklum saja, dalam anggota kelompok KKN 13 tidak ada prodi PAUD. Pembelajaran yang dilakukan tetap berlangsung sesuai dengan arahan para pendidik yang ada di sana. Mengajar di PAUD dilaksakan setiap hari senin dan selasa, mulai pukul 07.30 hingga 09.30.
                Kali ini tidak hanya sekedar melihat para pendidik melakukan pembelajaran, semua proses tersebut telah dilakukan. Kesabaran di dalamnya pun ikut terlatih seiring proses pembelajaran berlangsung. Harus menahan amarah, rasa capek, harus tetap terlihat ceria menghadapi keaktifan batita yang beragam, semua itu dilakukan demi terwujudnya tujuan pembelajaran. Kalau ada batita yang rewel atau menangis pendidik harus bisa menangani, sampai ke kamar kecil pun pendidik yang ada di PAUD harus bersedia mengantarkan anak didiknya, bahkan salah satu dari anggota KKN 13 yang turut membantu mengajar di PAUD tersebut pernah mendapatkan air kencing di bajunya oleh seorang anak batita. Namun, perlu digaris bawahi yaitu menahan marah dan harus bisa memaklumi! Untuk itulah menjadi seorang pendidik harus siap apapun resikonya serta harus bisa mengemban tanggung jawab sebagai seorang pendidik.


  • 0 komentar:

    Posting Komentar