• Sejarah Desa Kaduara Timur


          Desa Kaduara Timur sebenarnya berawal dari cerita pesanggerahan. Konon, desa Kaduara Timur dulu terdapat pesanggerahan yang sekarang menjadi dusun Panggulan. Pesanggerahan itu terkenal dengan Sarangĝâân. Tempatnya di tapal kuda perbatasan antara Pamekasan – Sumenep. Pesanggrahan ini sering dijadikan tempat peristirahatan Raden Arya Wiraraja. Karena pesanggerahaan ini di apit oleh dua arah, maka terkenallah nama Duarah. Artinya, pesanggerahan yang diapit oleh dua arah/daerah, arah pertama adalah timur. Maka dinamai dengan Duarah Timur (sekarang : Kaduara Timur) yang masuk kabupaten Sumenep. Sedangkan arah satunya, arah Barat, jadilah Duarah Barat (sekarang : Kaduara Barat) dengan kabupatennya Pamekasan.

          Desa Kaduara Timur merupakan salah satu desa yang menyimpan sejarah Kerajaan Sumenep. Desa ini terletak pada paling barat di kecamatan Pragaan sekaligus Pintu Gerbang Kota Sumenep. Desa kaduara timur merupakan pintu gerbang kesuksesan kabupaten sumenep. hal ini dikarenakan Desa Kaduara Timur merupakan pintu gerbang menuju kota sumenep. Desa Kaduara Timur Juga menjadi tempat pertama kali yang memberikan suguhan berupa sumber mata air belerang bagi seluruh wisatawan asing maupun lokal. Sumber air belerang ini adalah salah satu wisata di kota sumenep yang masih asli dan belum terjamah, sehingga kemurnian dan khasiat akan langsung terasa saat memasuki sumber air tersebut.

            Konon pada sumber air belerang tersebut juga menjadi salah satu tempat pemandian Raden Arya Wiraraja sebelum melanjukan perjalanannya ke kota sumenep. hal ini karena untuk melanjutkan perjalanan ke kota sumenep tidak akan sah sebelum mandi di tempat sumber air belrang tersebut. dan setelah mandi di sumber air belrang akan mendapatkan semangat baru dari segarnya air belerang.

           Menurut, sukarji mantan kepala Desa Kaduara Timur - yang seluruh keluarganya pernah menjabat menjadi orang nomor satu di desa itu - mengatakan. "Kalau orang baru mau ke Kota Sumenep, maka dia wajib istirahat dulu di sebuat tempat yang bernama pasanggrahan setelah itu dilanjutkan dengan ritual mandi di sumber belerang tersebut. Semua ini dilakukan agar orang baru itu dapat melewati daerah di kabupaten Sumenep dengan niat bersih dan hati yang suci". Dan menurut Sukirno Andi, S.Psi, Kepala Desa Kaduara Timur saat ini menambahkan bahwa "Kaduara Timur pernah disinggahi oleh Arya Wiraraja (Adipati Pertama Sumenep). Hal ini menandakan bahwa Desa Kaduara Timur merupakan tempat pertama dan utama".


    Di desa kaduara timur saat ini membawahi 4 dusun yaitu :
    1. Dusun Panggulan, Kampung ini dekat dengan pesanggerahan Raden Arya Wiraraja. Dulu, dusun  Panggulan dijadikan tempat peperangan melawan penjajah dengan senjata tradisional yang terkenal dengan istilah “Tanduèn Keong”

    2. Dusun Kodelem, Sekarang wilayah ini telah menyatu dengan dusun Panggulan.

    3. Dusun Pesisir, berada di daerah pesisir pantai Selatan Madura. Dusun ini terbagi dua yakni Pesisir Barat dan Pesisir Timur.

    4. Dusun Gunung, berada di daerah tempat yang paling tinggi di desa tersebut sehingga dusun ini di berinama "Dusun Gunung" Karena memiliki tempat yang tinggi seperti gunung.
  • 0 komentar:

    Posting Komentar